jump to navigation

Basic Process Instrumentation September 19, 2009

Posted by nzafee in Instrumentasi.
trackback

Basic Process Instrumentation (Instrumen Proses Dasar)

–    Pengenalan P&ID
–    Simple control loop
–    DCS preview

P&ID (Piping & Instrument Diagram)

P&ID content:

–     Keterangan simbol
–     Pipa aliran proses
–     Peralatan utama
–     Peralatan pendukung
–     Alat instrumentasi & control loop
–     Keterangan detil peralatan
–     Future project

Simple Control Loop System :

Elemen dasar:

–    Transmitter
–     Controller
–     Final control element (control valve)

Transmitter

–     Sensor (sensing element)

Merasakan/membaca besaran fisis proses:

  • Pressure                     (tekanan)
  • Temperature            (suhu)
  • Flow                             (besar aliran)
  • Level                            (tinggi permukaan cairan)

Mengubah besaran fisis menjadi besaran standar instrumen.

Satuan besaran standar instrumen:

Pneumatic dan electric

–     Psi  (pound per square inch)
–     Ma  (mili-ampere)
–     V     (volt)

Controller

Alat yang :

–     Menerima signal dari transmitter
–     Membandingkan dengan angka yang diinginkan (setting value/point)
–     Melakukan koreksi
–     Mengirim signal output ke final element untuk merespon perubahan yang akan dilakukan menuju steady stade.

Final control element
Biasa disebut control valve

Bagian-bagian:

–     Actuator

–     Body

Irisan control valve


DCS Preview

Distributed control system:

Alat instrumentasi yang mampu menggabungkan lebih dari satu alat2 instrumentasi, seperti:

–     Controller

–     Indicator

–     Recorder (trend)

DCS merupakan sistem kontrol yang mampu menghimpun (mengakuisisi) data dari lapangan dan memutuskan akan diapakan data tersebut.

Secara singkat DCS ->

Mengambil/baca data + lakukan pengontrolan berdasar data tersebut. Data-data yang telah diakuisisi/diperoleh dari lapangan bisa disimpan untuk rekaman (keperluan-keperluan masa datang), atau digunakan dalam proses-proses saat itu juga, atau bisa juga, digabung dengan data-data dari bagian lain proses, untuk kontrol lajutan dari proses yang bersangkutan.

Gambar Jaringan DCS


DCS terdiri dari:

–     Operator console

–     Engineering station

–     History module

–     Data historian

–     Control modules

–     I/O

–     Operator console

Alat ini mirip monitor komputer. Digunakan untuk memberikan informasi umpan balik tentang apa yang sedang dikerjakan atau dilakukan dalam pabrik, selain itu juga bisa menampilkan perintah yang diberikan pada sistem kontrol. Melalui konsol ini juga, operator memberikan perintah pada instrumen-instrumen di lapangan.

–     Engineering station

Ini adalah stasion2 untuk para teknisi yang digunakan untuk mengkonfigurasi sistem dan juga mengimplementasi algoritma pengontrolan.

–     History module

Alat ini mirip dengan harddisk pada komputer. Alat ini digunakan untuk menyimpan konfigurasi dc dan juga konfigurasi semua titik di pabrik. Alat ini juga bisa digunakan untuk menyimpan berkas-berkas grafik yang ditampilkan di konsol dan banyak sistem saat ini mampu menyimpan data-data operasional pabrik.

–     Data historian

Biasanya berupa perangkat lunak yang digunakan untuk menyimpan variabel2 proses, set point dan nilai-nilai keluaran. Perangkat lunak ini memiliki kemammpuan laju scan yang tinggi dibandingkan history module.

–     Control modules

Ini seperti otaknya dcs. Disinilah fungsi-fungsi kontrol dijalankan, seperti kontrol pid, kontrol pembandingan, kontrol rasio, operasi-operasi aritmatika sederhana maupun kompensasi dinamik. Saat ini sudah ada peralatan modul kontrol yang lebih canggih dengan kemampuan yang lebih luas.

–     I/O

Bagian ini digunakan untuk menangani masukan dan luaran dari dcs. Masukan dan luaran tersebut bisa analog, bisa juga digital. Masukan/luaran digital seperti sinyal-sinyal on/off atau start/stop. Kebanyakan dari pengukuran proses dan luaran terkontrol merupakan jenis analog.

Semua elemen-elemen tersebut, terhubungkan dalam satu jaringan

Saat ini batasan teknologi maupun perbedaan antara dcs, plc atau kontrol menggunakan komputer semakin kabur. Yang membedakan lebih banyak dalam tingkat perangkat lunak.

Mardizon

Comments»

1. andri - September 19, 2009

terima kasih atas artikelnya,,,

tp bisa ga klo penjelasan tentang transmiter, controller dijelaskan lebih rinci lagi,,,

admin - September 19, 2009

ok. insyaallah akan saya coba jelaskan pada tulisan berikutnya, terima kasih atas kunjungannya..

salam

2. diki kisto - September 19, 2009

aku sngt tertrik dgn DCS, aku mhsiswa t. elektro, bagaimana klo mas jelasin tntang jringan yg dipakai tuk DCS,,,

sblumnya trmaksih …

admin - September 19, 2009

terima kasih atas kunjungannya dan sarannya,,
insyaallah akan dijelaskan pada tulisan selanjutnya..

salam,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: