jump to navigation

Air Compressor – Untuk Starting Air Gas turbine October 19, 2009

Posted by nzafee in DUNIA MIGAS.
trackback

Tanya – Widianto P. Syarif

Maaf lewat jalur umum. Barangkali ada yg bisa membantu (supply), kami perlu air-compressor (reciprocating) baru untuk starting air gas turbine. Data operasi sbb:

Flow = 1500 – 2000 liter/min.

Discharge Pressure= 64 kg/cm2.

Yg bisa di-operasikan sekitar = 4 jam.

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Edwin Tedjakusuma

Mungkin akan lebih baik jika bapak menggunakan screw-air compressor . Dari sisi performance akan lebih baik,…kualitas udara juga bisa lebih baik dibandingkan reciprocating. Pengalaman saya saat saya pernah menjadi marketing untuk sebuah perusahaan compressor,.(ngga ada unsur promosi lho … hehehe) ternyata memang terbukti screw lebih baik. Apalagi, screw comp, dengan profil tertentu (sigma misalnya) memiliki efisiensi yg cukup baik. Selain itu recirpocating cenderung lebih cepat panas sehingga menurunkan efisiensi. Mungkin saya bisa bagi cerita dikit mengenai kompressor yg saya pernah pasarkan,..tapi via japri aja ya Pak,… takut dikira iklan terselubung nih.,… Dan kebetulan saat ini kompressor tersebut juga dipakai di tempat saya bekerja sekarang,….siemens🙂.

Tanggapan 2 – Sutrisno

Memang air quality screw comp. bisa lebih baik, karena ada yang type oil free. cuma saya ada pertanyaan, untuk yang diperlukan Pak Widianto dengan pressure 64 kg/cm2 (910 psi) bisa tercover dengan yang screw nggak ya………..??

soalnya, saya dulu pernah tanya ke vendor untuk discharge pressure 30 bar (30.6 kg/cm2) tidak bisa tercover dengan type screw.

Tanggapan 3 – Edwin Tedjakusuma

mm…. Sepertinya masih bisa Pak,..

Hanya saja mungkin bagi vendor mungkin termasuk customize….untuk discharge sekitar 62 bar.

Mungkin untuk penggunaan yg cukup besar bisa juga pake yg centrifugal… (hanya saja kurang efektif jika hanya digunakan untuk start turbin saja… kecuali digunakan juga untuk line proses yang lain ).

Mungkin ada masukan lain ?🙂.

Tanggapan 4 – Widianto P. Syarif

Pak Edwin/Pak Sutrisno.

Terima kasih utk respon-nya. Saat ini ada tawaran hanya sayang flow-nya kecil (< 1000 L/min) & bisa continuous operasi hanya 30 menit. Mengenai screw type, pernah pengalaman reliability-nya rendah dan banyak oil carry over. Tapi kalau ada yg oil-free, bagus juga. Utk Pak Edwin, terima kasih sebelumnya kalau bisa share informasi lebih detal via japri.

Tanggapan 5 – Sutrisno

Pak Widianto / Pak Edwin,

Memang screw type ada yang oil free, hanya ‘mungkin’ saja ada batasan di dishcarge pressure. Seperti response Pak Edwin, bahwa seperti keperluan Pak Widi, dengan discharge pressure 62 bar, merupakan ‘customize’ atau mungkin ‘special design’. (tapi kayaknya sudah over range) Sekedar info, saya pernah sourcing untuk screw type oil free untuk discharge pressure 125 psi (8.5 bar) vendor design ‘harus’ dengan 2 stages. Karena di screw harus oil free, maka dibatasi presssure rationya. Dari requirement-nya Pak Widi, saya tidak tahu berapa stage yang diperlukan untuk type screw.

Pak Widi, untuk starting system (air start) seperti ini, biasanya khan ada holding (storage) tank-nya dulu kan pak? (seperti design gas engine).

http://www.migas-indonesia.com

Comments»

1. Darci - June 20, 2016

What’s up, for all ttime i used to check web site posts heree in the early
hours in the morning, for the reason that i enjoy to gain knowledge of mofe and more.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: