jump to navigation

Pipeline Risk Assessment menggunakan pemodelan dari W. Kent Muhlbauer October 19, 2009

Posted by nzafee in DUNIA MIGAS.
trackback

Tanya – I Made Sudarta I Made Sudarta

Rekan-rekan millist Migas yth,

Mohon informasi dari rekan-rekan sekalian yang akan dan atau sudah melakukan pipeline risk assessment dengan menggunakan pemodelan dari W. Kent Muhlbauer, data ini akan dipakai sebagai referensi bahwa pemodelan ini telah banyak dipakai khususnya di area Migas.

Saya memerlukan iformasi ini untuk keperluan pelengkap hasil penelitian mengenai risk analisis pada pipeline.

Sebelumya diucapkan terima kasih.

Tanggapan 1 – fahrul hamzah

Dear mas Made

Kita telah beberapa kali melakukan risk assessment based on buku W. Kent Muhlbauer dibeberapa KPS seperti Pertamina, Kondur, PGN, Medco, Energasindo, dll. dan dengan referensi buku tersebut dapat diterima oleh mereka dan BP Migas karena hasil dari risk assessment tersebut selain untuk program maintenance juga digunakan untuk resertifikasi di BP Migas.

Tanggapan 2 – Muhammad Abduh

Pak Made,

Setuju dengan Pak Fachrul,

Meskipun risk model untuk pipeline lebih dulu dikembangkan oleh Kiefner (Battelle- AGA), Kirkwood (British Gas), dan belakangan oleh Muhlbauer. Muhlbauer mempublikasikan modelnya dengan lebih baik sehingga banyak dipakai pipeline operator.

CMIIW, bds yang kami pelajari beberapa kelemahan Muhlbauer model:

– Hasil akhir kualitatif dan relatif (valid untuk pipeline system tertentu, tidak bisa dibandingkan dengan pipeline system yang lain)

– Muhlbauer tidak memberikan petunjuk mengenai scaling indexnya ke nilai kuantitatif thus hasil indexnya bisa jadi bias.

– Muhlbauer tidak memberikan petunjuk mengenai modification factor untuk masing2 index sum untuk mencari nilai PoF dari Index Sum.

Untuk itu, salah satunya Muhlbauer membuat “addendum” ke Pipeline Risk Assessment Management Manual, 4th Edition di tahun 2006 ke paper “Enhanced Pipeline Risk Assessment”.

http://pipelinerisk.com/pdf/EnhancedRiskAssessment_1_rev2_1.pdf)

http://pipelinerisk.com/pdf/EnhancedRiskAssessment_2_rev1.pdf

Di addendum ini Muhlbauer memberikan metode risk assessment yang lebih filosofis yang belum dibahas dalam edisi bukunya.

Mohon anggota milis lain yang lebih berpengalaman dalam pipeline risk & integrity bisa menambahkan atau memperbaiki yang salah.

Tanggapan 3 – I Made Sudarta I Made Sudarta

Pak Abduh,

Terima kasih atas masukan dan ulasannya yang begitu lengkap.

Kalau tidak keberatan, mohon dapat didetailkan mengenai makna dari kalimat ini “valid untuk pipeline system tertentu belum tentu untuk system yang lainnya). apakah ada veriabel/faktor lainnya selain yang sudah disebutkan dalam model tersebut.

Sekali lagi terima kasi atas pencerahan yang telah disampaikan ini, atau barangkali ada yang punya pengalaman lain yuk share ……

Tanggapan 4 – Muhammad Abduh

Pak Made,

Risk index dari Muhlbauer tidak bisa dipakai untuk membandingkan resiko pipeline system yang satu dengan yang lain karena ada beberapa faktor dalam modelnya cenderung inkonsisten, diantaranya:

– Internal corrosion severity (how severe is severe?)

– Hazard size (ada berapa banyak diameter pipa dalam pipeline systemnya, seperti apa pressurenya, dll, pipeline milik xxx company bisa beda dengan yyy company) dll,

Bahkan untuk running model Muhlbauer untuk satu pipeline system diperlukan untuk melakukan iterasi beberapa kali, untuk menjamin nilai yang konsisten.

Kalo yang kami pelajari, model Muhlbauer sudah cukup kalau untuk menentukan profile resiko dari sebuah pipeline system, menentukan risk dominating factor (TPD potential, corrosion potential, dll), sebagai dasar untuk prioritas risk mitigation, dan jika data pipeline lengkap dapat membuat inspection plan (tool selection matrix) dll, dst.

Untuk lebih lanjut, jika Muhlbauer model bisa dipakai sebagai dasar sertifikasi transmission gas pipeline di Indonesia, Pak Made bisa bertanya langsung ke pejabat BP Migas, mungkin BP Migas punya kriteria nilai risk index Muhlbauer sebagai acceptance criteria untuk sertifikasi tersebut. Atau BP Migas punya tabel nilai Individual Risk equivalent dari Muhlbauer Risk Index?? Kalo udah dapet, boleh saya disharing informasinya.

Semoga dapat membantu Pak Made, good luck!

http://integrityengineering.wordpress.com/

Tanggapan 5 – Crootth Crootth

Sejatinya jika urusannya pipeline itu eksposur terhadap publik sangat luas. saya melihat dengan mata kepala sendiri, suatu pipeline di suatu wilayah di tanah air ini di atasnya berdiri rumah permanen, kantor polisi, bahkan sekolah dasar. Bisa anda bayangkan jika pipa meledak sementara di atasnya banyak anak anak sedang belajar matematika??

Karena eksposur nya yang luas maka “most probable” pipeline accident dikategorikan sebagai Major Accident dan karenanya metode risk assessment yang disarankan adalah Quantitative Risk Assessment. Oleh karena itu, saya tidak terlalu tertarik untuk menyarankan pemakaian Muhlbauer method sebagai metode penilaian resiko pipeline. Bahkan setelah melampirkan revisi nya Muhlbauer tidak menawarkan apapun – quantitatively. Sebagaimana yang disampaiakan beliau sendri di bab VII pada tulisannya “Enhanced Pipeline Risk Assessment” sebagai “they will not be realistic values for most pipelines”.

Tidak banyak QRA terhadap pipeline yang sudah dilakukan di tanah air ini, kalaupun ada itu sifatnya confidential. Saya pribadi telah melakukan QRA terhadap pipeline sebanyak 3 kali.

Berdasarkan pengalaman saya melakukan QRA terhadap pipeline, resiko terbesar di tanah air ini adalah third party damage. Mudah dimengerti karena sabotase (dikategorikan third party damage) terhadap pipeline (terutama minyak) sering terjadi di pulau yang memiliki jaringan pipeline terpanjang di Indonesie: Sumatera dan Kalimantan.

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi perhitungan QRA, terutama asumsi asumsi yang diandaikan. Di samping tentu saja ketiadaan data “Failure Rate” pipeline di Indonesia membuat perhitungan QRA menjadi sulit dilakukan. Saya pribadi sedang mengembangkan data failure rate untuk Pipeline di Indonesia dan sedang berusaha utnuk mengupdate nya.

http://www.migas-indonesia.com

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: